June 10, 2012

Tragedi 7Up

Terharu, ketemuan perdana sama 7up
Gue pernah punya tragedi dengan jenis minuman bersoda yang satu ini. Tragedi yang bikin gue agak histeris tiap ngeliat 7up bertengger di rak-rak minimarket. Jadi, pertama kali gue kenalan sama produk ini adalah ketika gue nonton film merjudul "My Sister Keeper", yang menceritakan tentang seorang adik perempuan yang ingin menjadi penjaga gawang *ngaco!
Jadi disitu ada adegan dimana si-tokoh-utama-yang-gue-lupa-namanya-siapa ngobrol sama seorang jaksa di ruang kerjanya jaksa dan ditawarin mau minum apa. Si tokoh yang lagi murung itu lalu berkata “Seven up, please". Entahlah, tapi gue saat itu berasumsi kalo 7up bisa menaikan level kebahagian kalo lagi sedih. Makannya si tokoh memilih untuk minum 7up daripada minum yang lain. Sejak saat itu gue langsung suka sama merk minuman bersoda berwarna ijo itu. Sesimple itu.

Nah, itu baru intro, sekarang masuk ke tragedinya. Jadi waktu itu lagi backpacker-an menuju Bali bersama Ainun, kami sengaja mampir ke Jogja selama beberapa hari dan memutuskan untuk mengunjungi Candi Prambanan.  Sebelum masuk, seperti biasa kita nyetok minuman dari luar kawasan candi, di sebuah toko swalayan yang lumayan besar. Nah, di ujung rak minuman bersoda, di samping deretan kaleng Rootbeer, gue melihat botol-botol hijau bertuliskan 7up. Wohoo! Gue jingkrak-jingkrak saat itu juga, karena akhirnya gue meminum minuman yang sama dengan tokoh di film itu! *oke, agak lebay sih -__-“ tapi yang jelas, gue emag seneng banget saat itu.

Sepanjang perjalanan ke Prambanan, gue peluk lekat-lekat si 7up di dalam tas dalam rangka menyemangati diri sendiri selama perjalanan menuju puncak Candi Prambanan. *eaa… *manjat-manjat candi*. Tapi tragis, sampe di hamparan candi, 7up tidak gue temukan. Ah~ sedih sekali lah pokonya saat itu. Perasaan udah gue simpenin rapet-rapet, ini malah kabur kemana?!! Apa gue terlalu posesip? -__-“

Saat itu gue uring-uringan. Ainun yang ga tau menahu soal passion gue terhadap 7up Cuma bilang “Yaudah sih, nanti juga bisa beli lagi!” Bagaimanapun kata-kata Ainun tidak membuat gue tenang. Dalam pikiran gue cuma satu: itu 7up meeeen… minuman yang di minum sama tokoh di film "My Sister Keeper", dan setahu gue, di Alfamart Rawa Lumbu minuman itu ga dijual. Titik!

Akhirnya dengan wajah lusuh dan langkah gontai, akirnya kita pulang. Gue menuruni kawasan Candi Prambanan sambil menggerutu dalam hati “7up mana 7up?!!”

Dan tibalah kita di jalan yang tadi sempat dilewatin, di sana ada mushola, mushola yang tadi dipake Ainun solat dzuhur. Dan tau ga lo apa yang gue liat??

Di beranda mushola ada abang-abang pemotong rumput yang lagi duduk sambil kipas-kipas dengan celana panjang yang digulung sampe lutut, dan di sampingnya ada botol ijo bertuliskan 7up yang udah diminum setengahnya. Bagai petir di siang bolong *Jleb. Eh, salah efek *Jgerrr!!! “Itu 7up gue bang!!” gue berkata murka, dalam hati sih. Mulailah gue merengek sama Ainun yang cuma menanggapi dengan hal yang sama dan menganggap gue bocah banget.

Bagaimanapun gue merasa abang-abang itu itu jahat. Masa minuman yang ketinggalan di musola diembat juga. Keterlaluan bang! Sejak saat itu gue ga pernah yakin bisa nemu 7up lagi.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya hari ini gue diajak Lina ke Crocodile Hole a.k.a Lobang Buaya. Sebelum sampe sana, gue mampir ke Indomaret buat beli minum. Dan di sana… Di kulkas merah itu... Kulkas nomor dua di Indomaret Kemang Pratama… ada dua botol 7up yang bertengger manis dan kedinginan. Langsung saja, tanpa ragu gue ambil salah satu dari mereka, dan mesem-mesem saat bertemu dengan mba kasir. *Loh?!

BTW setelah gue minum, ga ada sensasi apa-apa. Cuma berasa minum soda biasa, biasa banget! Enakan obat masuk angin gue, Sprite. Entahlah, mungkin passion gue terhadap 7up yang dulu sudah terenggut. Direnggut sama abang-abang pemotong rumput di Prambanan yang jahat itu. *Cih!

Sekian.
Share:

1 komentar:

Nemo said...

Hahahaha betapa konyolnya Uki Uki hahaha